Manusia lebih memahami arti kata "Bodoh" sebagai sesuatu yg tidak memiliki ilmu pengetahuan duniawi.
Tapi arti kata "Bodoh" yg sesungguhnya adalah tidak mampunya seseorang menerima kebenaran dan terus menerus mempercayai kekeliruan dan tipu daya duniawi yg didasarkan pada kenikmatan semu belaka.
Hidup itu bagai sedang memanjat tebing tinggi tuk mencapai nikmat surga kelak.
yg hidupnya hanya ingin mencari yg nikmat-nikmat saja dan menghindari sesuatu yg benar karena itu sulit dilakukkan. dia adalah termasuk orang yg bagai terjun langsung ke dasar neraka.
karena seseungguhnya tidaklah mudah dan ringan tuk mencapai surga. Hanyalah bualan dan tipu daya belaka yg mengatakan bahwa masuk surga itu mudah hanya perlu melakukan hal kecil saja.
Ingatlah sobat, klo tipu daya setan itu adalah sesuatu yg kita lihat seperti surga (nikmat dan kemudahan yg terlihat dimata) tetapi pada kenyataanya itu adalah nikmat pengantar menuju siksa neraka (bila melihat tipu daya setan dg hati yg bersih).
Bukanlah sesuatu yg tidak berguna bila hidup anda di isi dg mencari kebenaran dan menjauhi segala macam bentuk kebodohan dan tipu daya setan yg terkutuk. Klo bukan anda sendiri yg mencari kebenaran lalu siapa lagi ?
Diri anda adalah tanggung jawab anda sendiri.
Bodoh dalam arti yg sesungguhnya
Menghina dan meremehkan orang lain adalah termasuk ke dalam sifat sombong.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu)
“Tidak akan masuk neraka seseorang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari keimanan dan tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari kesombongan.” (HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Iman, Bab: Tahrimul Kibri wa Bayanuhu).
saya menulis ini karena saya sering di remehkan dan di pandang sebelah mata oleh orang lain.
saya pernah di hina oleh dosen sprti ini " kamu mah seharusnya tidak pantas lulus UN, soal kyk gini aja ga bisa dijawab ?!!" (di dalam hati saya berkata " gimana bisa jawab, pelajaran ini belum pernah saya pelajari dari lahir hingga baru detik ini. di UN pun tidak ada ")
ada lg yg kek gini " kamu mah belum siap mental untuk masuk kelas saya. lebih baik tahun depan saja " ( gara" jadwal bentrok jadi 3x saya di usir karena telat 10 mntan dan dosen ybs tidak pernah mau mendengar 1 patah kata pun dari saya ) saya pun diusir dari kelas di depan puluhan senior saya ||waktu itu saya mengambil matkul semester atas|| tp alhamdulillah satu tahun kemudian sy mendapat dosen yg super baik hati dan ramah tamah di matkul yg sama.
dan yg satu lagi " orang tua kamu bisa mendidik kamu ga sih. soal kyk gini aja ga bisa !! " ( didalam hati saya berkata " anda boleh saja mengatakan saya ini bodoh. Tp jgn bawa-bawa orang tua saya ...!!! " )
dan banyak lagi hinaan yg masih teringat di dlm hati .
dulu saya sering di ejek si rorongkong hirup(tengkorak hidup. karena kurus) si Alien (karena botak plontos). si pemabuk (karena sering tidur"an pas jam istirahat). tpi semua itu cuma gurauan dan malah kdng bikin ketawa sendiri.
tpi klo di bilang bego, bodoh, atau tolol itu yg paling menusuk hati. apalagi jika membawa-bawa orang tua.
saya sih ga berniat balas dendam. tp yg namanya hinaan susah bgt tuk dilupakan.
putus cinta mungkin 1 bulan ato 1 tahun pun lupa. tpi direndahkan seperti itu mah susah tuk dilupakan. dan mungkin akn menjadi saksi di hari pembalasan yg akan memberatkan siksa bagi si penghina di neraka kelak. Karena saya tidak pernah berfikir klo mereka akan meminta maaf karena statusnya.
