Setiap manusia sudahlah pasti memiliki kekurangan dan tidak ada yg sempurna. Tapi herannya ada saja manusia yg menuntut kesempurnaan kpd makhluk yg jelas-jelas tidak sempurna/memiliki kekurangan. Dia seorang dosen yang tidak menggeluti atau lulusan yg sejalur dengan yang sedang saya tempuh sungguh terlewat batas. Sebutan dosen pembimbing skripsi sangatlah tidak layat dia dapatkan.
Mengapa ?
Mana ada yg namanya pembimbing tapi ketika mahasiswanya bertanya selalu dimarahi ? bahkan semua hasil analisis yg mahasiswanya kerjakan dianggap salah dan harus mengikuti apa yg dia mau walaupun sangat melenceng dari kenyataan di lapangan. Parahnya lagi tanpa pernah dia beri solusi untuk menyelesaikannya.
Dalam Islam sudah jelas jika sesama muslim kita harus membantu tapi nyatanya seorang dosen berkerudung bukanyya saling membantu tapi malah menghambat. Skripsi saya sudah berjalan 1 tahun tapi seperti tidak ada kemajuan padahal saya rajin untuk datang bimbingan. Tapi itu dia, dia tidak pernah membantu sedikit pun jika ada masalah dalam skripsi saya tapi terus-terus saja menyalahkan saya dan memaki-maki saya.
Herannya mengaku muslim dan rajin sholat tapi berkelakuan lebih buruk ketimbang dosen yang non-muslim. Saya katakan dengan tegas jika dia tidak pantas menjadi seorang pengajar apalagi pembimbing dengan tabiat seperti itu.
Semoga Allah membalasnya dan menyadarkan dia. Aamiin
Bagai Kacang lupa akan Kulitnya
Written by Terminated on Jumat, 21 Desember 2012 at 19.19
Langganan:
Posting Komentar (RSS)

0 Responses to "Bagai Kacang lupa akan Kulitnya"
Posting Komentar